Dies Natalis Universitas Jayabaya Ke-60

JAYABAYA.AC.ID - Rektor Universitas Jayabaya, Prof. H. Amir Santoso, M.Soc,SC,PhD mengatakan, tantangan dunia pendidikan di Indonesia di masa depan akan semakin berat, karena dituntut untuk mampu menjawab begitu banyak persoalan sekaligus, baik yang muncul sebagai implikasi dari proses globalisasi yang tengah bergulir, maupun akibat dari timbulnya aneka persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

Hal ini dikatakan Amir dalam pidato laporannya pada upacara Dies Natalis Universitas Jayabaya ke-60 dan wisuda lulusan periode 2017/2018 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Kamis (15/11/2018).

Salah satu tantangan terberat yang tengah dihadapi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air adalah masalah peningkatan kualitas, menurut Amir. Hal itu tidak saja disebabkan oleh tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga dalam kaitannya dengan fungsi perguruan tinggi yang dituntut untuk dapat memainkan peran sebagai agen perubahan.

Amir berharap, agar para wisudawan tidak saja mampu bersaing dalam penguasaan iptek, tetapi juga menuntut komitmen moral dan etos kerja yang tinggi. "Era kesejagatan janganlah sampai menarik akar Saudara-saudara sebagai putra-putri bangsa, tetapi hendaknya tetap konsisten untuk terus berkarya dengan dilandasi semangat pengabdian dan etos kerja yang tinggi."

Sementara itu, Ketua Yayasan Jayabaya, Prof. Hj. Yuyun Moeslim Taher, SH dalam sambutannya mengatakan, bagi sivitas akademika Jayabaya, peringatan dies natalis ini harus menjadi sarana instropeksi diri untuk terus melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik.

Yuyun berharap agar pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Jayabaya dapat melakukan berbagai langkah dan upaya yang sepadan dengan dinamika perubahan masyarakat dengan menitikberatkan terhadap penataan sistem, sumber daya pendidikan, relevansi dan produktivitas.

Menurut Yuyun, semua kemajuan dan keberhasilan yang telah diraih Jayabaya saat ini, melalui sejarah perjuangan yang panjang, pengorbanan dan pasang surut perkembangannya. Dikatakannya, saat dirinya bersama bersama almarhum Prof.Dr.H. Moeslim Taher, SH mendirikan Jayabaya 5 Oktober 1958 silam, Jayabaya belum mempunyai kampus sendiri.

"Perkuliahan dilaksanakan sore hingga malam hari, dengan menyewa ruang kelas sebuah sekolah swasta di bilangan Salemba. Karena sekolah itu belum terjangkau listrik, sarana penerangan pun sangat sederhana, hanya mengandalkan cahaya lilin," papar Yuyun.

Pada kesempatan wisuda kali ini, Universitas Jayabaya melantik sebanyak 1.053 lulusan, terdiri dari lulusan program D-3 sebanyak 41 orang, lulusan S-1 sebanyak 426 orang, lulusan program S-2 sebanyak 568 orang, dan sebanyak 28 orang lulusan program Doktor Ilmu Hukum.

Sampai dengan wisuda periode 2017/2018 Universitas Jayabaya telah menghasilkan sebanyak 58.232 lulusan.

Posted in Bewara on Nov 15, 2018


Share to :