Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Selengkapnya

Kepalan Tangan Sang Pendiri

  • 18 Oktober 2026, 07:09 WIB
  • /
  • Dilihat 87 kali

 Oleh : Husain Muhammad

 

"....... Niscaya Allah akan mengangkat (derajad) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang  yang diberi ilmu beberapa derajad. " ( Qs Al- Mu jadilah:11 ) 

 

Sebuah foto, dokumen hitam putih merekam getaran momentum yang sangat kuat, seorang tokoh berdiri dengan penuh kharisma, tatapan mata tajam menatap masa depan, dan tangan kanan terkepal erat di udara berlatarkan tulisan "Kampus, Jayabaya." Bagi siapapun yang mencintai almamater ini, potret hitam putih tersebut bukan sekedar arsip sejarah yang membeku di dinding waktu. Itu adalah potret Sang Pendiri Universitas, Jayabaya, almarhum Prof Dr. H. Moeslim Taher, SH yang mendirikan kampus tercinta ini pada tanggal 5 Oktober 1958, delapan puluh enam tahun yang lalu di usianya yang masih sangat muda. 

Kepalan tangan di dalam foto sejarah tersebut adalah wujud dari keberanian, idealisme, dan tekad baja seorang pejuang dalam memandangkan tonggak pendidikan tinggi swasta di Indonesia.

Beliau membuktikan bahwa keterbatasan di awal berdiri bukanlah penghalang untuk melahirkan para pemimpin bangsa puluhan tahun berlalu sejak momentum orasi itu di abadikan, potret perjuangan beliau kembali memanggil ingatan kita semua.

Setiap kali kita melangkah melewati gerbang kampus, menapaki koridor gedung atau duduk di ruang-ruang ruang kelas Universitas Jayabaya, kita sebenarnya sedang menikmati buah dari sebuah mimpi besar. Enam puluh delapan tahun yang lalu, universitas ini tidak lahir di atas meja kerja mewah, melainkan ruang sempit penuh keterbatasan, dimana seorang pemuda berusia 24 tahun mengepalkan tangannya dengan tekad yang bulat.

Kepalan tangan di dalam foto sejarah tersebut adalah wujud dari keberanian, idealisme, dan tekad baja seorang pejuang dalam memancangkan tonggak pendidikan tinggi swasta di Indonesia.

Beliau membuktikan bahwa keterbatasan di awal berdiri bukanlah penghalang untuk melahirkan para pemimpin bangsa. Puluhan tahun berlalu sejak momentum orasi itu diabadikan, potret perjuangan beliau kembali memanggil ingatan kita semua

Esensi Rumah Kita

Menatap foto orasi sang pendiri membawa kesadaran mendalam bahwa universitas jayabaya bukanlah sekedar susunan batuan, tiang dan atap fisik bangunan gedung kampus. Lebih dari itu, Rumah Kita Jayabaya adalah sebuah ide besar, tempat mimpi anak bangsa disemai dalam senyap, dan tempat ketulusan menuntut ilmu sehingga menguatkan satu sama lain. Semangat pantang menyerah dan idealisme yang tercermin dari kepalan tangan sang tokoh pendiri seolah berbicara melintasi generasi: bahwa ruh pejuang Jayabaya tidak boleh meredup oleh tantangan zaman apapun. Dedikasi tanpa batas yang telah ditanamkan sejak masa lampau harus terus dijaga, dirawat, dan dihidupkan dalam setiap hembusan nafas pengabdian.

Menutup Cakrawala

Amanah intelektual dan keteladanan dari almarhum, mengajarkan kita untuk selalu tangguh menghadapi pergeseran waktu. Kita harus mereposisi diri bukan sekedar sebagai tempat menuntut ilmu, melainkan sebagai pusat keunggulan yang menawarkan kompetensi dan nilai moral yang kuat, sebagaimana cita-cita luhur yang diletakkan oleh pendiri.

Gelombang perubahan dan dinamika dunia pendidikan diluar sana mungkin tidak bisa kita bendung. Namun dengan senantiasa mengingat kepalan tangan teguh Sang Pendiri, soliditas internal yang kuat, serta tata kelola yang profesional dan berintegritas, kapal Universitas Jayabaya akan tetap berlayar kokoh.

 

Jakarta, 18 Oktober 2026

(Oleh : Drs. H. Husain Muhammad, M.M, BPH Yayasan Jayabaya) 

Logo

Sekretariat Pendaftaran:
Gedung Rektorat Lt. I
Jl. Pulomas Selatan Kav. 23
Jakarta Timur 13210

0813-9848-2209 (WA)
0813-3332-2128 (WA)
0856-0999-1958 (WA)
(021)470-0892 (Jam Kerja)

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Kalender

Oct 2026
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31