Rumah Kita : Dari Pelukan Ka'bah Menuju Taman Surga
- 28 Oktober 2026, 04:58 WIB
- /
- Dilihat 17 kali
Renungan dari Tanah Suci
Oleh : Husain Muhammad
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. "(Qs.Ali 'Imran:103)
Sebelum meninggalkan Makkah al- Mukarramah menuju Madinah al- Munawarah, dari dekat Baitullah yang Agung, kami titipkan doa dan salam dari Tanah Suci untuk kejayaan Rumah Kita tercinta.
Universitas Jayabaya bagi kita bukan sekedar deretan dan labotarium. Ia adalah Rumah Kita.
Dirumah inilah kami belajar arti pengabdian. Sejak 1958, pendiri dengan penuh keihlasan meletakkan batu pertama bukan hanya untuk sebuah kampus, tetapi untuk sebuah cita- cita besar bangsa. Di sini ilmu diajarkan dengan ketulusan, dan mimpi- mimpi besar mahasiswa dibesarkan dengan penuh kasih sayang.
Itulah Rumah Kita Rumah milik kita bersama. Ia adalah milik dosen yang setiap hari datang dengan penuh semangat mencerdaskan anak bangsa. Ia milik tenaga pendidikan yang senantiasa melayani dengan senyuman. Ia milik mahasiswa yang penuh glora menuntut ilmu demi masa depan. Dan ia milik para alumni yang kini telah menyebar di seluruh penjuru negeri dan dunia, mengharumkan nama Jayabaya dengan karya dan pengabdian mereka.
Jika kita renungkan, apa yang membuat sebuah rumah tetap kokoh berdiri? Bukan hanya karena tebal temboknya, tapi karena penghuni rumah yang saling menjaga, saling menguatkan dan saling memaafkan. Itulah rumah kita Jayabaya.
Tahun demi tahun silih berganti, tantangan zaman terus berubah. Ada kalanya kita diuji dengan perbedaan pendapat, ada juga diuji dengan kesulitan. Namun perlu selalu kita ingat pesan Allah di atas : Berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah, jangan bercerai- berai.
Karena pada hakekatnya, Kita dan Jayabaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jadi kita adalah Jayabaya, detak jantung kita adalah detak jantung Jayabaya. Ketika, Jayabaya maju, maka kitalah yang maju. Ketika kita bersatu, maka Jayabayalah yang jaya.
Maka dari Tanah Suci ini, di tempat yang penuh barokah, tempat yang paling mustajab untuk berdoa, sebelum kami meninggalkan menuju Taman Surga tempat kekasih Allah, maka di sini di hadapan Ka'bah, kita belajar mencintai Allah. Kita datang dengan dosa, kita pulang insyaallah dengan ampunan.
Dan kini, Allah memanggil kita untuk belajar mencintai kekasih-Nya. Jika Ka'bah adalah Rumah kita yang pertama, maka Raudhah di Madinah adalah Taman Surga tempat kekasih Allah, Muhammad Rasulullah SAW beristirahat.
Makkah mengajarkan kita arti Tauhid Labaik Allahumma Labaik.
Madinah akan mengajarkan kita arti Mahabbah- kerinduan kepada Rasulullah.
Dari tanah mustajab ini kami berdoa untuk Rumah Kita Universitas Jayabaya :
Ya, Allah, sebagaimana Engkau telah pertemukan kami dengan Rumah-Mu, pertemukanlah kami dengan Rumah Kekasih-Mu.
Sebagaimana Engkau izinkan kami memeluk Ka'bah, izinkan kami kelak merasakan sejuknya Taman Surga-Mu, Raudhah tempat Rasulullah SAW bersemayam.
Sampaikan salam rindu kami kepada Nabi Muhammad SAW. Katakan kepada beliau, umat-Nya yang penuh dosa dari keluarga besar Universitas Jayabaya ini sedang dalam perjalanan menuju pangkuannya.
Selamat tinggal Makkah... Assalamu'alaikum Ya Rasulullah kami datang
Makkah Al-Karomah, 28 Oktober 2026
Oleh : Drs.H. Husain Muhammad, M.M- BPH Jayabaya