Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Selengkapnya

CATATAN RINDU Rumah Kita : Allah Masih Menungguku di Quba

  • 30 Oktober 2026, 04:28 WIB
  • /
  • Dilihat 28 kali

Oleh : Husain Muhammad

Ada masjid yang tidak dibangun karena ingin terlihat megah. Ia dibangun karena cinta, karena takwa. Itulah Quba.

Malam ini aku berdiri di pelatarannya. Tidak seramai Masjidil Haram, dan tak semegah Masjid Nabawi. Langitnya bertabur bintang, lampunya tamaram. Tapi di sini hati bergetar lebih pelan.

Rasulullah membangun masjid ini dengan kedua tangannya sendiri. Batu demi baru. Peluh demi peluh. Di tanah pertama hijrahnya, seakan beliau mengajarkan kepada kita semua : Jika ingin membangun rumah untuk Allah, mulailah dari hati yang bertaqwa, lamasjidun ussisa 'alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqūma fīh, (Qs.At-Taubah:108)

Dan di masjid inilah, Allah menitipkan janji yang membuat kacamata tua ini berkabut oleh air mata.

Rasulullah bersabda: Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah( HR, Ibnu Majah)

Ya Allah.

Aku sudah tua. Langkahku sudah tidak sekuat dulu. Saya datang tidak dengan kain ihram... kami datang dengan baju biasa, dengan peci yang sudah lama menemani, dengan tubuh yang menua tujuh dasawarsa yang sudah mulai letih berjalan. Kami tidak membawa tanda kesucian, kami hanya membawa rindu.

Malam ini Madinah mulai mendingin, tapi langkah ke Quba terasa hangat. Karena kami tahu, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW atas dasar taqwa itu tidak pernah menilai pakaian tamunya. Ia hanya melihat betapa tulus hatinya datang.

Dan di pelataran itu, di bawah langit bertabur bintang, kami ingin berbisik pelan : Ya Allah, aku datang tidak sebagai muhrim, tapi sebagai hamba-Mu yang masih berharap Engkau masih menungguku di Quba.

Lalu Engkau, dengan kasih- Mu yang tak bertepi, mendekatkan pahala umrah itu di sini, di Quba yang tenang ini.

Aku tidak perlu berdesak- desakan Aku tak perlu antre panjang. Aku hanya perlu berwudhu dengan benar, datang dengan rindu, dan shalat dua rakaat karena-Mu. Dan Engkau sudah menilainya dengan umrah.

Betapa Engkau masih menungguku.

Selama ini aku yang merasakan menunggu panggilan-Mu. Aku menunggu di Jayabaya, kapan Engkau panggil ke Baitullah. Ternyata malam ini aku baru mengerti, Engkaulah yang jauh lebih lama menunggu.

Engkau menungguku di Quba. Menunggu aku pulang dengan wudhu yang bersih. Menunggu aku sujud dengan hati yang tidak lagi sombong menunggu aku mengakui bahwa aku hanyalah hamba yang rindu ingin pulang.

Rumah Kita. Dulu aku kira Rumah Kita itu hanya Ka'bah. Tempat semua manusia pulang. Ternyata Rumah Kita juga adalah Quba. Rumah yang pertama dibangun atas dasar takwa. Rumah di mana Engkau tidak melihat betapa megah bangunannya, tapi betapa tulus hati yang memasukinya

Malam ini di Quba, di bawah langit Madinah yang penuh bintang, aku tidak meminta apa- apa lagi.

Aku hanya ingin berbisik: Ya Allah, aku sudah pulang. Terimakasih Engkau masih menungguku di sini.

Dan jika Engkau masih menungguku di Quba,
maka izinkan aku untuk terus merindukan-Mu, sampai aku pulang ke Rumah-Mu yang abadi

 

Madinah Al-Munawwarah - Masjid Quba, 30 Oktober 2026

Drs. H. Husain Muhammad, M.M., BPH Jayabaya

Logo

Sekretariat Pendaftaran:
Gedung Rektorat Lt. I
Jl. Pulomas Selatan Kav. 23
Jakarta Timur 13210

0813-9848-2209 (WA)
0813-3332-2128 (WA)
0856-0999-1958 (WA)
(021)470-0892 (Jam Kerja)

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Kalender

Oct 2026
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31